ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HIV
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH 1
Pengampu : Alvin Abdillah, S.Kep.,Ns.,MAP.,M.Kep
Disusun Oleh :
Anggota Kelompok 5 :
Agus Zaini (16142010003)
Candra Ferdiyanto (16142010009)
Dwi Ayu Aprilianti (16142010011)
Faiszatul Camalia (16142010013)
Hela Rada Bianti (16142010015)
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
NGUDIA HUSADA MADURA
2017
Kasus HIV
Seorang perempuan 35 tahun diantar keluarga ke RS pusat infeksi, awal mula dirumah mengeluh mual dan muntah dirumah serta sakit perut, susah makan, setiap kali makan terasa mual bahkan sering disertai muntah, pasien patuh mengkonsumsi ARV, Pasien terdiagnosa B20 sejak tahun 2009, pada tahun 2011 pasien rutin mengkonsumsi ARV, pernah mengkonsumsi OAT tahun 2011dan pengobatannya tuntas. Saat dilakukan pengkajian awal di RS pasien mengeluh Mual-mual muntah setiap kali makan. Nyeri perut, demam yang naik turun, nyeri kepala, tidak batuk ataupun pilek, Hasil pemeriksaan TD= 85/45 mmHg, N= 77 x/menit, RR= 12 x/menit, S= 37,3 0 C. dan saturasi oksigen 99%. pada tanggal tersebut pasien terdianosa B20 +dyspepsia sindrom dan dehidrasi cairan ringan. Pasien mendapat terapi IVFD RL 3 flash, Progesic 1x1, Ondancentron 3x1, Magtral 3x1.
ANALISA DATA
DATA
ETIOLOGI
PROBLEM
Ds : demam naik turun
Do : TD = 85/45mmHG, N = 77(menit, RR = 12( menit, S = 37,3(C
Penyakit
Hipertermia
Ds : mual muntah setiap kali makan, nyeri perut
Do : TD = 85/45mmHG, N = 77(menit, RR = 12 ( menit, S = 37,3(C
ketidakmampuan makan
nutrisi kurang dari kebutuhan
Ds : mual muntah setiap kali makan, nyeri perut
Do : TD = 85/45mmHG, N = 77(menit, RR = 12 ( menit, S = 37,3(C
kehilangan cairan aktif
Kekurangan volume cairan
Ds : nyeri perut, nyeri kepala
Do : TD = 85/45mmHG, N = 77(menit, RR = 12 ( menit, S = 37,3(C
Agens cedera bilogis (infeksi)
Nyeri akut
B. DIAGNOSIS KEPERAWATAN (Prioritas masalah)
Hipertemia yang berhubungan dengan penyakit yang dibuktikan dengan kulit terasa hangat
Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan dengan ketidakmampuan makan yang dibuktikan dengan ketidakmampuan memakan makanan
Kekurangan volume cairan yang berhubungan dengan kehilangan cairan aktif yang dibuktikan dengan penurunan tekanan darah
Nyeri akut yang berhubungan dengan agens cedera biologis (infeksi) yang di buktikan dengan mengekspresikan perilaku
4.
5.
6.
C. RENCANA KEPERAWATAN
No
Diagnosa
NIC
NOC
1
Hipertemia yang berhubungan dengan penyakit yang dibuktikan dengan kulit terasa hangat
Perawatan hipertermia
Monitor tanda — tanda vital
Longgarkan atau lepaskan pakaian
Berikan metode pendingan eksternal (misalnya, kompres dingin pada leher, abdomen, kulit kepala, ketiak dan selangkangan serta selimut dingin), sesuai kebutuhan
Berikat obat anti mengigil sesuai kebutuhan.
Monitor suhu tubuh menggunakan alat yang sesuai
Instruksikan pasien mengenai tanda dan gejala awal dari kondisi sakit yang berhubungan dengan panas dan kapan mencari bantuan petugas kesehatan.
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 1(24 jam diharapkan akan memperoleh hasil:
Peningkatan suhu kulit dari skala 2 ke 5
Hipertermia dari skala 2 ke 5
Sakit kepala dari skala 2 ke 5
Dehidrasi dari skala 2 ke 5
2
Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan ketidakmampuan makan yang dibuktikan dengan ketidakmampuan memakan makanan
Manajemen nutrisi
Tentukan status gizi pasien dan kemampuan pasien untuk memenuhi kebutuhan
Tentukan apa yang menjadi preferensi makanan bagi pasien
Tentukan jumlah kalori dan jenis nutrisi yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan gizi
Beri obat — obatan sebelum makan (misalnya., penghilang rasas sakit, antiemetik), jika diperlukan.
Anjurkan pasien untuk duduk pada posisi tegak dikursi, jika memungkinkan.
Tawarkan makanan ringan yang padat gizi
Monitor kalori dan asupan makanan
Monitor kecenderungan terjadinya penurunan dan kenaikan berat badan
Anjurkan pasien untuk memantau kalori dan intake makanan (misalnya., buku harian makanan)
Manjemen mual
Dorong pasien untuk belajar strategi mengatasi mual sendiri
Lakukan penilaian lengkap terhadap mual, termasuk frekuensi, durasi, tingkat keparahan, dan faktor- faktor pencetus, dengan menggunakan alat (pengkajian) seperti self-care journal, visual analog scales, timbangan analog visual, duke sedcriptive scales, dan rhodes index of nausea and vomiting (INV) form 2.
Observasi tanda — tanda nonverbal dari ketidaknyamanan.
Dapatkan riwayat lengkap perawatan sebelumnya.
Indikasi faktor — faktor yang dapat menyebabkan atau berkontribusi terhadap mual (misalnya, obat-obatan dan prosedur).
Pastikan bahwa obat antiemetik yang efektif diberikan untuk mencegah mual bila memungkinkan (kecuali untuk mual yang berhubungan dengan kehamilan).
Tingkatkan istirahat dan tidur yang cukup untuk memfasilitasi pengurangan mual.
Monitor asupan makanan terhadap kandungan gizi dan kalori.
Berikan informasi mengenai mual, seperti penyebab mual dan berapa lama itu akan berlangsung
Manajemen muntah
Kaji emesis terkait dengan warna, konsistensi, akan adanya darah, waktu, dan sejauh mana kekuatan emesis.
Ukur atau perkirakan volume emesis
Pertimbangkan frekuensi dan durasi muntah dengan menggunakan sekala seperti duke descriptive scales dan rhodes index of nausea and vomiting (INV) formulir 2
Tawarkan makanan ringan yang padat gizi
Monitor kalori dan asupan makanan
Monitor kecenderungan terjadinya penurunan dan kenaikan berat badan
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 1(24 jam diharapkan akan memperoleh hasil:
Frekuensi mual dari skala 2 ke 5
Intensitas mual dari skala 2 ke 5
Frekuensi muntal dari skala 2 ke 5
Intensitas muntah dari skala 2 ke 5
Menggunakan obat antiemetik seperti yang direkomendasikan dari skala 4 ke 1
Asupan makanan berkurang dari skala 2 ke 5
Intake makanann dari skala 2 ke 4
Hasrat/keinginan untuk makan dari skala 2 ke 4
2
Kekurangan volume cairan yang berhubungan dengan kehilangan cairan aktif yang dibuktikan dengan penurunan tekanan darah
Monitor cairan
Tentukan jumlah dan jenis intake/asupan cairan serta kebiasan eliminasi
Tentukan faktor-faktor risiko yang mungkin menyebabkan ketidakseimbangan cairan (muntah)
Monitor asupan dan pengeluaran
Monitor tekanan darah, denyut jantung dan status pernapasan
Catat dengan akurat asupan dan pengeluaran
Monitor membran mukosa, turgor kulit, dan respon haus
Berikan cairan denga tepat
Pastikan bahwa semua IV dan asupan enternal berjalan dengan benar, terutama jika tidak diatur oleh pompa infus
Cek grafik asupan dan pengeluaran secara berkala untuk memastikan pemberian layanan yang baik
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 1(24 jam diharapkan akan memperoleh hasil:
Tekanan darah dari skala 2 ke 4
Keseimbangan intake dan output selama 24 jam dari skala 2 ke 4
Asupan cairan menurun dari skala 2 ke 4
Intake cairan dari skala 2 ke 4
4
Nyeri akut yang berhubungan dengan agens cedera biologis (infeksi) yang dibuktikan dengan mengekspresikan perilaku
Manajemen nyeri
Kurangi atau eliminasi faktor — faktor yang dapat mencetuskan nyeri (misalnya ketakutan,kelelahan,keadaan monoton yang kurang pengetahuan).
Lakukan pengkajian nyeri komprehensif yang meliputi lokasi, karakteristik, onset/durasi, frekuensi, kualitas, intensitas atau beratnya nyeri dan faktor pencetus.
Berikan informasi mengenai nyeri, seperti penyebab nyeri, berapa lama nyeri akan dirasakan, dan antisipasi dari ketidaknyaman akibat prosedur.
Kalaborasi dengan pasien, orang terdekat dan tim kesehatan lainnya untuk memilih dan mengimplementasikan tindakan penurunan nyeri nonfarmakologi sesuai kebutuhan.
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 1(24 jam diharapkan akan memperoleh hasil:
Menggunakan analgesik yang direkomendasikan dari sekala 4 ke 1
Melaporkan nyeri yang terkontrol dari skala 4 ke 1
Ekspresi nyeri wajah dari skala 2 ke 5
Kehilangan nafsu makan dari skala 2 ke 5
Mual dari skala 2 ke 5
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH 1
Pengampu : Alvin Abdillah, S.Kep.,Ns.,MAP.,M.Kep
Disusun Oleh :
Anggota Kelompok 5 :
Agus Zaini (16142010003)
Candra Ferdiyanto (16142010009)
Dwi Ayu Aprilianti (16142010011)
Faiszatul Camalia (16142010013)
Hela Rada Bianti (16142010015)
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
NGUDIA HUSADA MADURA
2017
Kasus HIV
Seorang perempuan 35 tahun diantar keluarga ke RS pusat infeksi, awal mula dirumah mengeluh mual dan muntah dirumah serta sakit perut, susah makan, setiap kali makan terasa mual bahkan sering disertai muntah, pasien patuh mengkonsumsi ARV, Pasien terdiagnosa B20 sejak tahun 2009, pada tahun 2011 pasien rutin mengkonsumsi ARV, pernah mengkonsumsi OAT tahun 2011dan pengobatannya tuntas. Saat dilakukan pengkajian awal di RS pasien mengeluh Mual-mual muntah setiap kali makan. Nyeri perut, demam yang naik turun, nyeri kepala, tidak batuk ataupun pilek, Hasil pemeriksaan TD= 85/45 mmHg, N= 77 x/menit, RR= 12 x/menit, S= 37,3 0 C. dan saturasi oksigen 99%. pada tanggal tersebut pasien terdianosa B20 +dyspepsia sindrom dan dehidrasi cairan ringan. Pasien mendapat terapi IVFD RL 3 flash, Progesic 1x1, Ondancentron 3x1, Magtral 3x1.
ANALISA DATA
DATA
ETIOLOGI
PROBLEM
Ds : demam naik turun
Do : TD = 85/45mmHG, N = 77(menit, RR = 12( menit, S = 37,3(C
Penyakit
Hipertermia
Ds : mual muntah setiap kali makan, nyeri perut
Do : TD = 85/45mmHG, N = 77(menit, RR = 12 ( menit, S = 37,3(C
ketidakmampuan makan
nutrisi kurang dari kebutuhan
Ds : mual muntah setiap kali makan, nyeri perut
Do : TD = 85/45mmHG, N = 77(menit, RR = 12 ( menit, S = 37,3(C
kehilangan cairan aktif
Kekurangan volume cairan
Ds : nyeri perut, nyeri kepala
Do : TD = 85/45mmHG, N = 77(menit, RR = 12 ( menit, S = 37,3(C
Agens cedera bilogis (infeksi)
Nyeri akut
B. DIAGNOSIS KEPERAWATAN (Prioritas masalah)
Hipertemia yang berhubungan dengan penyakit yang dibuktikan dengan kulit terasa hangat
Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan dengan ketidakmampuan makan yang dibuktikan dengan ketidakmampuan memakan makanan
Kekurangan volume cairan yang berhubungan dengan kehilangan cairan aktif yang dibuktikan dengan penurunan tekanan darah
Nyeri akut yang berhubungan dengan agens cedera biologis (infeksi) yang di buktikan dengan mengekspresikan perilaku
4.
5.
6.
C. RENCANA KEPERAWATAN
No
Diagnosa
NIC
NOC
1
Hipertemia yang berhubungan dengan penyakit yang dibuktikan dengan kulit terasa hangat
Perawatan hipertermia
Monitor tanda — tanda vital
Longgarkan atau lepaskan pakaian
Berikan metode pendingan eksternal (misalnya, kompres dingin pada leher, abdomen, kulit kepala, ketiak dan selangkangan serta selimut dingin), sesuai kebutuhan
Berikat obat anti mengigil sesuai kebutuhan.
Monitor suhu tubuh menggunakan alat yang sesuai
Instruksikan pasien mengenai tanda dan gejala awal dari kondisi sakit yang berhubungan dengan panas dan kapan mencari bantuan petugas kesehatan.
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 1(24 jam diharapkan akan memperoleh hasil:
Peningkatan suhu kulit dari skala 2 ke 5
Hipertermia dari skala 2 ke 5
Sakit kepala dari skala 2 ke 5
Dehidrasi dari skala 2 ke 5
2
Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan ketidakmampuan makan yang dibuktikan dengan ketidakmampuan memakan makanan
Manajemen nutrisi
Tentukan status gizi pasien dan kemampuan pasien untuk memenuhi kebutuhan
Tentukan apa yang menjadi preferensi makanan bagi pasien
Tentukan jumlah kalori dan jenis nutrisi yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan gizi
Beri obat — obatan sebelum makan (misalnya., penghilang rasas sakit, antiemetik), jika diperlukan.
Anjurkan pasien untuk duduk pada posisi tegak dikursi, jika memungkinkan.
Tawarkan makanan ringan yang padat gizi
Monitor kalori dan asupan makanan
Monitor kecenderungan terjadinya penurunan dan kenaikan berat badan
Anjurkan pasien untuk memantau kalori dan intake makanan (misalnya., buku harian makanan)
Manjemen mual
Dorong pasien untuk belajar strategi mengatasi mual sendiri
Lakukan penilaian lengkap terhadap mual, termasuk frekuensi, durasi, tingkat keparahan, dan faktor- faktor pencetus, dengan menggunakan alat (pengkajian) seperti self-care journal, visual analog scales, timbangan analog visual, duke sedcriptive scales, dan rhodes index of nausea and vomiting (INV) form 2.
Observasi tanda — tanda nonverbal dari ketidaknyamanan.
Dapatkan riwayat lengkap perawatan sebelumnya.
Indikasi faktor — faktor yang dapat menyebabkan atau berkontribusi terhadap mual (misalnya, obat-obatan dan prosedur).
Pastikan bahwa obat antiemetik yang efektif diberikan untuk mencegah mual bila memungkinkan (kecuali untuk mual yang berhubungan dengan kehamilan).
Tingkatkan istirahat dan tidur yang cukup untuk memfasilitasi pengurangan mual.
Monitor asupan makanan terhadap kandungan gizi dan kalori.
Berikan informasi mengenai mual, seperti penyebab mual dan berapa lama itu akan berlangsung
Manajemen muntah
Kaji emesis terkait dengan warna, konsistensi, akan adanya darah, waktu, dan sejauh mana kekuatan emesis.
Ukur atau perkirakan volume emesis
Pertimbangkan frekuensi dan durasi muntah dengan menggunakan sekala seperti duke descriptive scales dan rhodes index of nausea and vomiting (INV) formulir 2
Tawarkan makanan ringan yang padat gizi
Monitor kalori dan asupan makanan
Monitor kecenderungan terjadinya penurunan dan kenaikan berat badan
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 1(24 jam diharapkan akan memperoleh hasil:
Frekuensi mual dari skala 2 ke 5
Intensitas mual dari skala 2 ke 5
Frekuensi muntal dari skala 2 ke 5
Intensitas muntah dari skala 2 ke 5
Menggunakan obat antiemetik seperti yang direkomendasikan dari skala 4 ke 1
Asupan makanan berkurang dari skala 2 ke 5
Intake makanann dari skala 2 ke 4
Hasrat/keinginan untuk makan dari skala 2 ke 4
2
Kekurangan volume cairan yang berhubungan dengan kehilangan cairan aktif yang dibuktikan dengan penurunan tekanan darah
Monitor cairan
Tentukan jumlah dan jenis intake/asupan cairan serta kebiasan eliminasi
Tentukan faktor-faktor risiko yang mungkin menyebabkan ketidakseimbangan cairan (muntah)
Monitor asupan dan pengeluaran
Monitor tekanan darah, denyut jantung dan status pernapasan
Catat dengan akurat asupan dan pengeluaran
Monitor membran mukosa, turgor kulit, dan respon haus
Berikan cairan denga tepat
Pastikan bahwa semua IV dan asupan enternal berjalan dengan benar, terutama jika tidak diatur oleh pompa infus
Cek grafik asupan dan pengeluaran secara berkala untuk memastikan pemberian layanan yang baik
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 1(24 jam diharapkan akan memperoleh hasil:
Tekanan darah dari skala 2 ke 4
Keseimbangan intake dan output selama 24 jam dari skala 2 ke 4
Asupan cairan menurun dari skala 2 ke 4
Intake cairan dari skala 2 ke 4
4
Nyeri akut yang berhubungan dengan agens cedera biologis (infeksi) yang dibuktikan dengan mengekspresikan perilaku
Manajemen nyeri
Kurangi atau eliminasi faktor — faktor yang dapat mencetuskan nyeri (misalnya ketakutan,kelelahan,keadaan monoton yang kurang pengetahuan).
Lakukan pengkajian nyeri komprehensif yang meliputi lokasi, karakteristik, onset/durasi, frekuensi, kualitas, intensitas atau beratnya nyeri dan faktor pencetus.
Berikan informasi mengenai nyeri, seperti penyebab nyeri, berapa lama nyeri akan dirasakan, dan antisipasi dari ketidaknyaman akibat prosedur.
Kalaborasi dengan pasien, orang terdekat dan tim kesehatan lainnya untuk memilih dan mengimplementasikan tindakan penurunan nyeri nonfarmakologi sesuai kebutuhan.
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 1(24 jam diharapkan akan memperoleh hasil:
Menggunakan analgesik yang direkomendasikan dari sekala 4 ke 1
Melaporkan nyeri yang terkontrol dari skala 4 ke 1
Ekspresi nyeri wajah dari skala 2 ke 5
Kehilangan nafsu makan dari skala 2 ke 5
Mual dari skala 2 ke 5
Komentar
Posting Komentar