langkah langkah konseling

  MAKALAH MATERNITAS
LANGKAH-LANGKAH

KONSELING AKSEPTOR KB


OLEH :
KELOMPOK 7

1.      NADYA DWI ASMOROWATI                 (16142010027)
2.      IMAM BUHKORI H                                    (161402010017)
3.      UMMU KULSUM
4.      AIDHA ISMI APRILIANA                        (16142010006)
5.      MAULIDYA EKA CAHYANI                   (16142010023)
6.      RUDI HARTONO                                        (16142010034)
7.      SAHRI



PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
STIKES NGUDIA HUSADA MADURA
2017



LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini kami menyatakan bahwa :
Kami mempunyai salinan dari makalah ini yang bisa kami serahkan ulang jika makalah yang dikumpulkan hilang atau rusak.
Makalah ini adalah hasil karya kami sendiri (kelompok) dan bukan merupakan karya orang lain kecuali yang telah kami tuliskan dalam referensi, serta tidak ada seorangpun yang membuatkan makalah ini untuk kami.
Jika dikemudian hari terbukti adanya ketidakjujuran akademik, kami bersedia mendapatkan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.


            Bangkalan, 18  November  2017



Penulis













KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat.
Terima kasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada Dosen serta teman-teman sekalian yang telah membantu, baik bantuan berupa moril maupun materil, sehingga makalah ini terselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan.
Sangat disadari bahwa dengan kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki penulis, walaupun telah dikerahkan segala kemampuan untuk lebih teliti, tetapi masih dirasakan banyak kekurangan, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan saran yang membangun agar karya ilmiah ini bermanfaat bagi yang membutuhkan.
Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah, mudah-mudahan apa yang kami susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, teman-teman, serta orang lain yang ingin mengambil atau menyempurnakan lagi atau mengambil hikmah dari judul ini (KONSELING LANGKAH-LANGKAH AKSEPTOR KB) sebagai tambahan dalam menambah referensi yang telah ada.


                                                                                              Bangkalan, 14  November  2017


                          Penyusun



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang................................................................................................
1.2 Rumusan masalah......................................................................................................
1.3 Tujuan............................................................................................................
1.4 Manfaat..........................................................................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 defini konseling ............................................................................................
2.2 komponen penting dalam KB....................................................................................
2.3 konseling pada akseptor KB..........................................................................
2.4 komunikasi pada akseptor keluarga berenca..................................................

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan.................................................................................................
3.2 Saran...........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA













   BAB I
                                                        PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Keluarga berencana adalah tindakan yang membantu pasangansuami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan,mendapatkan kelahiran yang memang sangat diinginkan, mengatur intervaldiantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungandengan umur suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga(Suratun, 2008).Paradigma baru program Keluarga Berencana Nasional telah diubahvisinya dari mewujudkan NKKBS menjadi visi untuk mewujudkanKeluarga Berkualitas tahun 2015. Keluarga yang berkualitas adalahkeluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yangideal, berwawasan kedepan, bertanggungjawab, harmonis dan bertaqwakepada Tuhan YME. Dan dalam paradigma baru program ini misinya sangatmenekankan pentingnya upaya menghormati hak-hak reproduksi, sebagaiupaya integral dalam meningkatkan kualitas keluarga. Karena keluargaadalah salah satu diantara kelima matra kepentingan kependudukan yangsangat mempengaruhi perwujudan penduduk yang berkualitas.Berdasarkan visi dan misinya program Keluarga Berencana nasionalmempunyai kontribusi penting dalam upaya peningkatan kualitas penduduk.Salah satu kunci dalam rencana strategi nasional Indonesia 2010 adalah bahwa setiap kehamilan harus merupakan kehamilan yang diinginkan.
Untuk mewujudkan pesan kunci tersebut keluarga berencana merupakanupaya pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama. Untuk mengoptimalkan keluarga berencana bagi kesehatan, pelayanannya harusdigabungkan dengan pelayanan kesehatan reproduksi yang telah tersedia.Keluarga berencana menurut Undang-Undang no 10 tahun 1992(tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluargasejahtera) adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakatmelalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera (Arum, 2008).Secara umum keluarga berencana dapat diartikan sebagai suatuusaha yang mengatur banyaknya kehamilan sedemikian rupa sehingga berdampak positif bagi ibu, bayi, ayah serta keluarganya yang bersangkutantidak akan menimbulkan kerugian sebagai akibat langsung dari kehamilantersebut. Diharapkan dengan adanya perencanaan keluarga yang matangkehamilan merupakan suatu hal yang memang sangat diharapkan sehinggaakan terhindar dari perbuatan untuk mengakhiri kehamilan dengan aborsi

            1.2 Rumusan Masalah
                           1.               Jelaskan defisini konseling ?
                           2.               Jelaskan komponen penting dalam KB ?
                           3.               Jelaskan konseling pada akseptor KB  ?
                           4.               Jelaskan komunikasi pada akseptor keluarga berencana  ?

            1.3 Tujuan
                           1.               Mengetahui defisini konseling
                           2.               Mengetahui komponen penting dalam KB
                           3.               Mengetahui konseling pada akseptor KB 
                           4.               Mengetahui komunikasi pada akseptor keluarga berencana 

1.4 Manfaat
Kita dapat mengetahui apaitu KONSELING LANGKAH-LANGKAH AKSEPTOR KB dan kita dapat mengaplikasikannya dalam pembelajaran di kelas maupun nanti saat praktek


















BAB II
                                                    PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN KONSELING
Konseling adalah proses pertukaran infornasi dan interaksi positif antara klien-petugas untuk membantu klien mengenali kebutuhannya, memilih solusi terbaik dan membuat keputusan yang paling sesuai dengan kondisi yang sedang di hadapi. Konseling kb dapat di kembangkan agar dapat di lakukan oleh petugas pelayan KB, dalam batas yang sesuai dengan kewenangan dan kemampuannya (BKKBN, 1996)
2.2 TUJUAN KONSELING DALAM KB
1.      Meningkatkan penerima informasi
Informasi yang benar, diskusi bebas dengan cara mendengarkan, berbicara, dan komunikasi non-verbal meningkatkan penerimaan informasi mengenai KB oleh klien
2.      Menjamin pilihan yang cocok
Menjamis petugas dan klien memilih cara terbaik yang sesuai dengan keadaan kesehatan dan kondisi klien.
3.      Menjamin penggunaan yang efektif
Konseling efektif diperlukan agar klien mengetahui bagaimana menggunakan KB dengan benar dan mengatasi informasi yang keliru tentang cara tersebutb
4.      Menjamin kelangsungan yang lebih lama
Kelangsungan pemakaian cara KB akan lebih baik bila klien ikut mengetahui cara kerjanya dan mengatasi efek sampingnya
5.      Terpeliharanya kelangsungan ber KB masyarakat dengan baik dalam kurun waktu yang lama
6.      Terpeliharanya keberadaan dan peran serta institusi masyarakat dalam pengelolaan program KB
7.      Terpeliharanya mekanisme oprasional penggarap program, KB diwilayah kerja



2.3  KOMPONEN PENTING DALAM KB
            Komponen penting dalam pelayanan KB dapat di bagi dalam tiga tahap :
1.      Konseling awal
Bertujuan memutuskan metode apa yang akan di pakai, di dalamnya masuk mengenalkan tentang semua cara KB atau pelayanan kesehatan, prosedur klinis, kebijakan dan bagaimana pengalaman klien pada kunjungannya. Bila di lakukan dengan objektif, konseling awal membantu klien untuk memilih jenis KB yang cocok. Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan konseling awal adalah menanyakan kontrasepsi apa yang disukai klien, apa yang dia ketahui mengenai cara kontrasepsi menguraikan secara ringkas tentang cara kerja,kelebihan,dan kekurangan berbagai metode kontrasepsi
2.      Konseling khusus
Konseling khusus mengenai metode KB memberi kesempatan kepada klien untuk mengajukan pertanyaan cara KB tertentu dan membicarakan pengalamannya, mendapatkan informasi lebih rinci trentang cara KB yang tersedia. Konseling khusus memungkinkan klien dapat bantuan untuk memilih metode KB yang cocok serta mendapat penjelasan lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan metode tersebut dengan aman, efektif,dan memuaskan.
3.      Konseling tidak lanjut
Bila klien datang untuk mendapatkan obat baru atau pemeriksaan tulang, penting untuk berpijak pada konseling terdahulu. Konseling pada kunjungan ulang lebih bervariasi dari pada konseling awal. Pemberian pelayanan perlu mengetahui apa yang harus di kerjakan pada setiap situasi yang memerlukan rujukan dan masalah ringan yang dapat diatasi ditempat.
2.4 KONSELING PADA AKSPTOR KB            
            Konseling kontraspesi adalah bagian dari rangkaian pelayan KB KR.konseling dapat membuat klien merasa puas dan juga akan membuat klien lebih lestari menggunakan kontrasepsinya dan lebih berhasil (BKKBN,2003)
            Kegiatan yang di lakukan dalam konseling, antara lain menjelaskan berbagai pilihan kontrasepsi, memberi informasi selengkap mungkin terkait kontrasepsi (arti KB, manfaat KB, motode KB, berbagai isu tentang kontrasepsi dan penjelasannya, pola perencanaan keluarga dan penggunaanya kontrasepsi yang rasional, dan rujukan pelayanan kontraspsi), membantu peserta KB dengan metode yang telah dipakai.
2.5 LANGKAH KONSELING SATU TUJUH
            Langkah SATU TUJUH ini tidak perlu dilakukan berurutan karena menyesuaikan dengan kebutuhan klien.
SA : sapa dan salam
a.       Sapa klien secara terbuka dan sopan
b.      Beri perhatian sepenuhnya, jaga privasi klien
c.       Bangun percaya diri sendiri
d.      Tanyakan apa yang perlu dibantu dan jelaskan pelayanan apa yang dapat diperolehnya
T: Tanya
a.       Tanyakan informasi tentang dirinya
b.      Bantu klien pengalaman tentang KB dan kesehatan reproduksi
c.       Tanyakan kontrasepsi yang ingin digunakan









  BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Beberapa efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan metode kontrasepsi idealnya dapat diatasi oleh akseptor dengan tepat.Untuk itu diperlukan kemampuan bidan dalam memberikan konseling kepada akseptor tentang penanganan efek samping dan komplikasi dari setiap metode kontrasepsi.Motivasi dan apresiasi dari bidan sebagai salah satu pemberi pelayanan KB di masyarakat yang cukup berpengaruh penting diberikan kepada akseptor atas keikutsertaannya menjadi bagian dari proram KB. Bidan juga dituntut untuk dapat melakukan kerja sama dengan pemberi pelayanan KB yang lain. Hal ini sebagai upaya penanganan rujukan KB yang adekuat atas penanganan komplikasi yang mungkin timbul yang bukan menjadi kewenangan bidan.
Segala upaya tersebut merupakan suatu cara yang dapat dilakukan bidan ataupun pemberi pelayanan KB yang lain untuk dapat memberikan pengayoman terhadap akseptor KB, sehingga keberhasilan program KB untuk dapat mewujudkan keluarga kecil berkualitas dapat tercapai.

3.2  saran
Mahasiswa diharapkan mampu memahami tentang cara pembinaan akseptor KB melalui konseling begitupun praktek pembinaan akseptor KB agar dapat diaplikasikan dengan baik dan benar dalam memberikan pelayanan kebidanan pada profesi di masa yang akan datang.









DAFTAR PUSTAKA
Hartono, H. (2002). Keluarga berencana dan kontrasepsi.  Jakarta: Pustaka  Sinar Harapan
Saifuddin, A.  B., et al. (2006). Buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi. Edisi ke-2. Jakarta; Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Febrina, 2008. Pengertian KIP/K (komunikasi inter personal/konseling), dipos 8 februari: 19.41 WIB


Komentar