peran perawat

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat.
Terima kasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada Dosen serta teman-teman sekalian yang telah membantu, baik bantuan berupa moril maupun materil, sehingga makalah ini terselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan.
Sangat disadari bahwa dengan kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki penulis, walaupun telah dikerahkan segala kemampuan untuk lebih teliti, tetapi masih dirasakan banyak kekurangan, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan saran yang membangun agar karya ilmiah ini bermanfaat bagi yang membutuhkan.
Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah, mudah-mudahan apa yang kami susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, teman-teman, serta orang lain yang ingin mengambil atau menyempurnakan lagi atau mengambil hikmah dari judul ini (Perat Perawat Dalam Pemeriksaan Penunjang) sebagai tambahan dalam menambah referensi yang telah ada.

Bangkalan, 22 februari 2017

Penyusun


LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini kami menyatakan bahwa :
Kami mempunyai salinan dari makalah ini yang bisa kami serahkan ulang  jika makalah yang dikumpulkan hilang atau rusak.
Makalah ini adalah hasil karya kami sendiri (kelompok) dan bukan merupakan karya orang lain kecuali yang telah kami tuliskan dalam referensi, serta tidak ada seorangpun yang membuatkan makalah ini untuk kami.
Jika dikemudian hari terbukti adanya ketidakjujuran akademik, kami bersedia mendapatkan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.


Bangkalan, 22 Februari 2017
             



  Penulis








DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
LEMBAR PERNYATAAN
DAFTAR ISI………………………………………………………………………….3
BAB I PENDAHULUAN
      1.1 Latar belakang................................................................................................ ...4
      1.2 Rumusan masalah........................................................................................... ...4
      1.3 Tujuan............................................................................................................ ...4
      1.4 Manfaat……………………………………………………………………….5
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pemeriksaan laboratorium ……………………………………………………6
2.2 Pemeriksaan darah…..................................................................................... ...7
2.3 Rontgen.......................................................................................................... ...8
BAB III PENUTUP
       3.1 Kesimpulan................................................................................................... .10
       3.2 Saran............................................................................................................. .10
DAFTAR PUSTAKA












BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
            Peran adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang sesuai kedudukannya dalam, suatu system. Peran dipengaruhi oleh keadaan sosial baik dari dalam maupun dari luar dan bersifat stabil. Peran adalah bentuk dari perilaku yang diharapkan dari seesorang pada situasi sosial tertentu. (Kozier Barbara, 1995:21).
Perawat atau Nurse berasal dari bahasa latin yaitu dari kata Nutrix yang berarti merawat atau memelihara. Harlley Cit ANA (2000) menjelaskan pengertian dasar seorang perawat yaitu seseorang yang berperan dalam merawat atau memelihara, membantu dan melindungi seseorang karena sakit, injury dan proses penuaan dan perawat Profesional adalah Perawat yang bertanggungjawab dan berwewenang memberikan pelayanan Keparawatan secara mandiri dan atau berkolaborasi dengan tenaga Kesehatan lain sesuai dengan kewenanganya.(Depkes RI,2002).
Peran perawat yang dimaksud adalah cara untuk menyatakan aktifitas perawat dalam praktik, dimana telah menyelesaikan pendidikan formalnya yang diakui dan diberi kewenangan oleh pemerintah untuk menjalankan tugas dan tanggung keperawatan secara professional sesuai dengan kode etik professional.

1.2 Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas kelompok dapat menarik suatu rumusan masalah yaitu :
a)      Apa peran perawat dalam pemeriksaan laboratorium?
b)      Apa peran perawat dalam pemeriksaan darah?
c)      Apa peran perawat dalam pemeriksaan rontgen?

1.3 Tujuan
     Berdasarkan rumusan masalah diatas kelompok dapat menarik suatu tujuan  masalah yaitu:
a)      Untuk mengetahui peran perawat dalam pemeriksaan laboratorium
b)      Untuk mengetahui peran perawat dalam pemeriksaan darah
c)      Untuk mengetahui peran perawat dalam pemeriksaan rontgen
1.4 Manfaat
            1.4.1 Manfaat teoritis
Hasil Penelitian ini secara teoritis diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam memperkaya wawasan konsep praktek keperawatan.
            1.4.2 Manfaat bagi pendidikan
Manfaat penulisan bagi pendidikan yaitu menjadi sumber referensi dan informasi bagi orang yang membaca karya tulis ini supaya mengetahui dan lebih mendalami bagaimana peran perawat dalam pemeriksaan penunjang.
            1.4.3 Manfaat bagi masyarakat
Memperluas pengetahuan serta wawasan tentang peran perawat dalam pemeriksaan penunjang berdasarkan teori yang bisa dan telah diuji kebenarannya.

















BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Pemeriksaan laboratorium
            Perawat mempunyai kontribusi dalam pengkajian status kesehatan klien dengan mengumpulkan spesimen cairan tubuh. Semua klien rawat inap menjalani paling sedikit satu kali pengumpulan spesimen laboratorium selama dirawat di fasilitas pelayanan kesehatan.
Sekumpulan pemeriksaan laboratorium yang dirancang, untuk tujuan tetrtentu misalnya untuk mendeteksi penyakit, menentukan resiko, memantau perkembangan penyakit, memantau perkembangan pengobatan, dan lalin-lain. Mengetahui ada tidaknya kelainan atau penyakit yang banyak di jumpai dan potensial membahayakan.  Pemeriksaan yang juga merupakan proses General medical check up (GMC),
meliputi : Hematologi Rutin, Urine Rutin, Faeces Rutin, Bilirubin Total, Bilirubin Direk, GOT, GPT, Fotafase Alkali, Gamma GT, Protein Elektroforesis, Glukosa Puasa, Urea N, Kreatinin, Asam Urat, Cholesterol Total, Trigliserida, Cholesterol HDL, Cholesterol LDL-Direk.
Pemeriksaan laboratorium dapat digunakan untuk berbagai tujuan :
1. Skrining/uji saring adanya penyakit subklinis
2. Konfirmasi pasti diagnosis
3. Menemukan kemungkinan diagnostik yang dapat menyamarkan gejala klinis
4. Membantu pemantauan pengobatan
5. Menyediakan informasi prognostic atau perjalan penyakit
6. Memantau perkembangan penyakit
7. Mengetahui ada tidaknya kelainan/penyakit yang banyak dijumpai dan potensial       
     membahayakan
8. Memberi ketenangan baik pada pasien maupun klinisi karena tidak didapati 
    penyakit



2.2 Pemeriksaan Darah     
a.     Haemoglobin.
            Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.
                   Tujuan                       : untuk memeriksa kemungkinan anemia.
                   Nilai normal              : Laki laki 14 – 16 , perempuan 12 – 14 gr %

b.     Eritrosit (sel darah merah)
            Eritrosit adalah jenis sel darah yang paling banyak dan berfungsi membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh.
                 Tujuan                                    : untuk menetahui kualitas darah dalam tubuh.
                 Nilai normal                            : laki-laki 4,5 – 5,5, perempuan 4-5 juta/UL

c.      Leukosit (sel darah putih)
                   Leukosit adalah sel yang membentuk komponen darah. Sel darah putih ini berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh.dan merupakan pertahanan badan terhadap benda asing
      Tujuan                                  : Untuk mengetahui kemampuan tubuh melawan infeksi.
                   Nilai normal                         : 5-10.000/UL

d.     Trombosit (keping darah)
         Trombosit adalah sel kecil yang beredar dalam darah.
                   Tujuan                                  : Untuk melihat kemampuan tubuh mengontrol
                                                                   pendarahan.
                   Nilai normal                         : 150 -400.000/UL


2.3 Rontgen
                   Untuk menilai seorang pasien, petugas kesehatan tidak hanya melakukan dengan fisiknya, akan tetapi juga memerlukan data dari pemeriksaan lainnya, antara lain pemeriksaan radiologi (foto thoraks/ rontgen). Informasi yang diperoleh dari foto thoraks menjadi penting, karena bidan sebagai petugas kesehatan yang mendampingi pasien juga perlu mengetahui pemeriksaan ini, selain pemeriksaan fisik.
                   Sinar X merupakan pancaran gelombang elektromagnetik yang sejenis dengan gelombang radio, panas, cahaya sinar ultraviolet, tetapi mempunyai panjang gelombang yang sangat pendek sehingga dapat menembus benda-benda. Sinar X ditemukan oleh sarjana fisika berkebangsaan Jerman yaitu W. C. Rontgen tahun 1895.
     Ragam Pemeriksaan Rontgen:
a.       Radiografi konvesional tanpa persiapan
a)      Maksudnya, saat klien datang bisa langsung di foto.
b)      Untuk pemeriksaan tulang atau toraks.
b.      Radiografi konvensional dengan persiapan
a)  Pemeriksaan radiografi konvensional yang memerlukan persiapan di
     antaranya untuk foto rontgen perut.
b) Sebelum pelaksanaan, klien diminta untuk puasa beberapa jam atau hanya
     makan bubur kecap.
c) Dengan begitu ususnya bersih dan hasil fotonya pun dapat dengan jelas        
     memperlihatkan kelainan yang dideritanya.
c.       Pemeriksaan dengan kontras
a) Sebelum dirontgen, kontras dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara
    diminum, atau dimasukkan lewat anus, atau disuntikkan ke pembuluh vena.
b) Alat rontgen yang digunakan untuk pemeriksaan selanjutnya adalah
     fluoroskopi.
c)  Pemeriksaan dilakukan jika usus atau lambung klien dicurigai terputar.
d) Untuk klien yang dicurigai menderita Hirschsprung (penyempitan di usus
     besar yang disebabkan bagian usus tidak memiliki persarafan pada   
     dindingnya), kontras dimasukkan lewat anus.
e) Untuk klien yang mengalami kelainan ginjal atau saluran kemih, kontras
    dimasukkan lewat pembuluh vena atau kandung kemih.

Ada 2 jenis media kontras yaitu media kontras negative (-) dan media kontras positif .
pemeriksaan radiologi yang menggunakan media kontras :
contoh negative :
1 . Radiologi anak
2 . pemeriksaan intra venous pyelography ( IVP ) pediatric
3 . pemeriksaan loopografi pediatrrik
Contoh positif :
1 . kardiologi ( pencitraan pembuluh darah )
2 . CT – Scanning
3 . Saluran perkencingan ( Traktus Urinarius )

·         Media kontras positif (+)
Memberikan efek gambaran opaque (putih) dalam radiograf. Tersusun dari bahan yang mempunyai nomer atom lebih tinggi dari jaringan dan aman terhadap kemampuan interstitial tubuh.
·         Media kontran negative (-)
Memberikan efek gambaran luzen (hitam) dalam radiograf. Tersusun dari bahan yang mempunyai no atom yang lebih rendah dari jaringan. Tidak dapat dimaksukkan pada organ-organ tertentu  misal pembuluh darah.






BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Perawat adalah suatu profesi yang mulia, karena memerlukan kesabaran dan ketenangan dalam melayani pasien yang sedang menderita sakit. Seorang perawat harus dapat melayani pasien dengan sepenuh hati. Sebagai seorang perawat harus dapat memahami masalah yang dihadapi oleh klien, selain itu seorang perawat dapat berpenampilan menarik. Untuk itu seorang perawat memerlukan kemampuan untuk memperhatikan orang lain, ketrampilan intelektual, teknikal dan interpersonal yang tercermin dalam perilaku perawat.  
3.2 Saran
       Dengan disusunnya makalah ini mengharapkan kepada semua pembaca agar dapat mengetahui dan memahami peran dan fungsi perawat.
















DAFTAR PUSTAKA

Hidayati, Ratna dkk. (2014). Praktik Laboratorium Keperawatan. Jakarta : Erlangga.

Dr. Hadisaputro, Soeharyo, dr Sp.PD. (2012). Buku Saku Pengenal Penyakit Melalui Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Yogyakarta : Amara Books.


Komentar