prinsip etika keperawatan
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Kebutuhan tentang perawatan di indonesia sudah tidak
terbantahkan lagi, baik terhadap individu, kelompok, masyarakat, maupun
keluarga. Hal ini juga diiringi dengan maraknya perguruan tinggi yang membuka
program study keperawatan yang diminati oleh banyak pembelajar.
Meningkatnya kebutuhan tentang prawatan diindonesia tentu
harus diiringi dengan pemahaman yang sempurna tentang prinsip dan etika
keperawatan, serta kesadaran mengamalkannya.
Oleh karena itu makalah ini berusaha berusaha untuk
menunjang mutu keperawatan yang sangat tinggi. Sebab, harus diakui bahwa mutu
pelayanan keperawatan sangat mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan, bahkan
dimata masyarakat menjadi salah satu faktor penentu citra institusi pelayanan
kesehatan.
Makalah ini mengulas tentang prinsip etika keperawatan.
Makalah ini sengaja ditulis agar para pembaca mengerti tentang etika
keperawatan.khusus bagi para pembaca yang berprofesi sebagai sebagai perawat
atau yang menekuni studi keperawatan, baik formal maupun non formal. Tentu saja
makalah ini akan sangat membantu untuk menambah wawasan dan akan membantu anda
untuk menjadi perawat profesional.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa definisi dari etika keperawatan ?
2.
Apa definisi perawat ?
3.
Apa saja tujuan etika keperawatan ?
4.
bagaimana fungsi etika keperawatan ?
5.
Apa saja asas etika keperawatan ?
1.3 Tujuan
1.
Mengetahui definisi dari etika keperawatan
2.
Mengetahui definisi perawat
3.
Mengetahui apa saja tujuan etika keperawatan
4.
Mengetahui fungsi etika keperawatan
5.
Mengetahui asas etika keperawatan
1.4 Manfaat
1. Dapat mengetahui definisi dari etika keperawatan
2. Dapat mengetahui definisi perawat
3. Dapat mengetahui tujuan etika keperawatan
4. Dapat mengetahui fungsi etika keperawatan
5. Dapat mengetahui asas etika keperawatan
BAB II
ISI
SEBELUM
BERBICARA jauh tentang prinsip etika keperawatan, terlebih dahulu akan
dijelaskan tentang gambaran umum etika keperawatan, baik dari segi pengertian,
tujuan, maupun kedudukan etika keperawatan. Penjelasan ini cukup penting,
karena dari sinilah akan diuraikan prinsip-prinsip etika keperawatan yang
menjadi dasar dan acuan dalam dunia keperawatan.
2.1 Pengertian
Etika Keperawatan
(Mimin Emi Suhaemi, Etika
Keperawatan: Aplikasi pada Praktik (Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC,
2004), hlm. 7.)
Etika adalah kode perilaku yang
memperlihatkan perbuatan yang baik dan benar bagi kelompok tertentu.Etika
berhubungan dengan peraturan ntuk perbuatan atau tindakan yang mempunyai
prinsip benar dan salah, serta prinsip moralitas karena etika mempunyai
tanggung jawab moral.Etika berbagi profesi digariskan dalam kode etik yang
bersumber dari martabat dan hak manusia (yang memiliki sikap menerima) serta
kepercayan dari profesi.
Etika adalah acuan dasar bagi
perawat dalam menjalankan profesinya, baik yang berkaitan dengan pemakaian
teknologi keperawatan maupun pengetahuan keperawatan. Faktor teknologi yang
meningkat, ilmu pengetahuan yang berkembang (pemakaian mesin untuk
memperpanjang usia, legalisasi abortus, pencangkokan organ manusia, penelitian
yang memakai objek manusia) memerlkan prinsip dan etika keperawatan, yaitu
pertimbangan yang menyangkut nilai, hak-hak asasi, dan tanggung jawab profesi.
Seorang perawat tentu saja harus mampu memelihara dan menghargai, mengamalkan,
dan mengembangkan nilai tersebut melalui prinsip etika keperawatan.
Terkadang, perawat dihadapkan
pada situasi yang memerlukan keputusan untuk mengambil tindakan.Perawat member
asuhan kepada klien, keluarga, dan masyarakat; menerima tanggung jawab untuk
membuat keadaan lingkungan fisik, social dan spiritual yang memungkinkan untuk
penyembuhan dan menekankan pencegahan penyakit; serta meningkatkan kesehatan
dengan penyuluhan kesehatan.
Pelayanan kepada umat manusia
merupakan fungsi utama perawat dan dasar adanya profesi keperawatan.Kebutuhan
pelayanan keperawatan adalah universal.Karena itu, pelayanan keperawatan tidak
membedakan kebangsaan, agama, warna kulit, ras, politik, status social, jenis
kelamin dan lansebagainya. Pelayanan ini berdasarkan kepercayaan bahwa perawat
akan berbuat hal yang benar, diperlukan, dan menguntungkan pasien dan
kesehatannya, sesuai dengan prinsip etika keperawatan.itulah salah satu titik
tekan dari adanya prinsip etika keperawatan.
2.2 Definisi
Perawat
Perawat adalah seorang yang telah
menyelesaikan program pendidikan keperawatan, baik didalam maupun diluar
negeri, yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.Perawat terbagi menjadi tiga macam, perawat
vokasional, perawat professional, dan perawat professional spesialis. (rinanovrina.blogspot.com)
A.
Perawat Vokasional
Perawat vokasional adalah seorang
yang mempunyai kewenangan untuk melakukan praktikdengan batasan tertentu di
bawah supervise langsung maupun tidak langsung oleh perawat profesional, dengan
sebutan Licensed Vocational Nurse (LVN).
B.
Perawat Profesional
Perawat profesional adalah tenaga
profesional yang mandiri, bekerja secara otonom, berkolaborasi dengan yang
lain, telah menyelesaikan program pendidikan profesi keperawatan, dan telah
lulus uji kompetensi perawat profesional yang dilakukan oleh konsil dengan
sebuatan Registered Nurse (RN).
C.
Perawat Profesional Spesialis
Perawat profesional spesialis adalah
seorang peraway yang disiapkan di atas level perawat provisional, mempunyai
kewenangan sebagai spesialis atau kewenangan yang diperluas, dan telah lulus
uji kopetensi perawat profesional spesialis.
2.3 Tujuan
Etika Keperawatan
Etika keperawatan memiliki tujuan
khusus bagi setiap orang yang berprofesi sebagai perawat, tak terkecuali juga
bagi seluruh orang yang menikmati layanan keperawatan. Secara garis besar,
tujuan etika keperawatan (baca: kode etik keperawatan) adalah sebuah upaya agar
seluruh perawat yang ada di Indonesia dapat menghargai dan menghormati martabat
manusia (klien) pada saat menjalankan setiap tugas dan fungsinya sebagai
perawat.
Bila dirumuskan ke dalam beberapa
hal pokok, tujuan dari konsep etika keperawatan adalah sebagai berikut. (kapukpkusolo.blogspoot.com)
A.
Mereka hubungan
harmonis antara perawat dan pasien. Artinya, etika keperawatan adalah dasar
dalam mengatur hubungan antara perawat, klien atau pasien, tema sebaya,
masyarakat, dan unsure profesi keperawatan maupun dengan profesi lain di luar
profesi keperawatan.
B.
Menyelesaikan
segala persoalan yang dialami oleh klien atau pasien ketika menerima pelayanan
dari seorang perawat. Dengan kata lain, etika keperawatan merupakan standar
acuan untuk mengatasi segala macam masalah yang dilakukan oleh praktisi
keperawatan terhadap para pasien yang tidak mengindahkan dedikasi moral dalam
pelaksanaan tugasnya sebagai seorang perawat.
C.
Melindungi
seorang perawat yang diperlakukan secara tidak adil oleh institusi yang
menaunginya. Tujuan atika keperawatan adalah untuk mempertahankan bila seorang
perawat diperlakukan secara tidak adil oleh institusi maupun masyarakat ketika
menjalankan sebagai tugasnya sebagai
seorang perawat, baik ketidakadilan dalam hal moral maupun material.
D.
Menyinergikan
institusi pendidikan yang menekuni keperawatan dengan produk lulusan yang
dihasilkan. Etiak keperawatan merupakan dasar dalam menyusun kurikulum
pendidikan keperawatan dalam institusi pendidikan keperawatan agar dapat
menghasilkan lulusan terbaik, yaitu lulusan yang berorientasi pada sikap
profesional dalam dunia keperawatan.
E.
Memberikan
pemahaman kepada masyarakat pemakai/pengguna tenaga keperawatan tentang
pentingnya sikap profesional dalam melaksanakan tugas praktik
keperawatan.dengan pemahaman tersebut, masyarakat dengan keseluruhan akan sadar
betapa pentingnya tenaga perawat dalam pelayanan kesehatan. Pemahaman itu juga
akan mendorong masyarakat sadar tentang posisi seorang perawat ketika melayani
pasien.
F.
Menegaskan
kewajiban-kewajiban yang secara sukarela harus diemban oleh seorang perawat dan
mencari informasi mengenai dampak dari keputusan-keputusan yang diambil oleh
seorang perawat.
G.
Meningkatkan
pengertian tentang hubungan profesi kesehatan dengan profesi kesehatan lain
serta mengerti tentang peran dan fungsi anggota tim kesehatan. Misalnya,
hubungan seorang perawat dengan bidan, hubungan seorang perawat dengan dokter,
hubungan perawat dengan apoteker dan lain sebagainya.
H.
Mengembangkan
potensi pengambilan keputusan tentang baik dan buruk oleh seorang perawat yang
nantinya akan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan Tuhan, sehingga tidak
ada seorang pun anggota masyarakat yang merasa dirugikan oleh profesi dan
pelayanan keperawatan.
I.
Mengembangkan
sifat pribadi dan sikap profesional seorang perawat, bukan hanya ketika berada
di institusi kesehatan maupun di luar institusi kesehatan. Artinya, seorang
perawat bisa menempatkan posisinya ketika ia melayani masyarakat dalam hal
kesehatan, dan ketika berinteraksi dengan masyarakat secara nonformal (di luar pelayanan
kesehatan)
J.
Mengembangkan
pengetahuan dan keterampilan penting bagi perawat untuk dasar praktik
keperawatan secara profesional.
K.
Member
kesempatan bagi para perawat menerapkan ilmu pengetahuannya dan prinsip etik
keperawatan dalam praktik serta dalam situasi nyata. Pasalnya, banyak perawat
yang tidak biasa menerapkan ilmunya karena mereka masi ragu-ragu. Oleh karena
itu, etika keperawatan sebenarnya secara tidak langsung memberikan wewenang
kepada para perawat untuk menerapkan ilmunya dalam situasi yang sebenarnya.
2.4 Kedudukan kode etik dalam profesi keperawatan
Etika adalah
kode perilaku yang memperlihatkan perbuatan yang baik bagi kelompok tertentu.
Etika juga merupakan peraturan dan prinsip bagi perbuatan yang benar. Etika
berhubungan dengan hal yang baikdan hal yang tidak baik, dan dengan kewajiban
moral. Etika berhubungan dengan peraturan untuk perbuatan atau tindakan yang
mempunyai prinsip yang benar dan yang salah, serta prinsip moralitas karena
etika mempunyai tanggung jawab moral, menyimpang dari kode etik berarti tidak
memiliki perilaku yang baik dan tidak memiliki moral yang baik.
Ada tiga
aliran tentang etika, yaitu aliran deskriptif, aliran etika normatif, dan etika
pluralisme.
A. Aliran deskriptif
Alirain ini
memberikan gambaran dan penjelasan bagaimana manusia harus berperilaku dalam
lingkungannya atau dalam masyarakat untuk memperoleh suatu tujuan.
B. Aliran etika normatif
Aliran ini
memberi jawaban atas pertanyaan tentang hal yang baik dan yang benar, jadi
merupakan suatu ukuran untuk menilai suatu perilaku yang baik dan benar. Ukuran
ini didasari oleh sesuatu yang diajukan oleh agama dan didasari oleh
kepercayaan pelaku masing-masing.
Kepercayaan pelaku akan dipengaruhi oleh
lingkungan sosial budaya, sosial ekonomi, dan status tempat perilaku berada.
Dengan demikian , manusia tidak pernah terlepas dari norma agama, norma
masyarakat yang dipengaruhi sosial budaya, oleh karena manusia merupakan
subsistem dari keluarga, kelompok, dan masyarakat yang saling berketergantungan
daalam memperoleh kebutuhan dan mencapai tujuan. Manusia sendiri bersifat
sistem terbuka yang dapat dipengaruhi dan mempengaruhi lingkungan dari mulai
lingkungan sempit saampai lingkungan yang luas, lingkungan dalam dirinya sendiri
maupun lingkungan diluar dirinya.
C. Aliran etika pluralisme
Dalam aliran
ini, etika sebagai pedoman perilaku yang mengumpulkan banyak informasi untuk
mengukur kompleksitas situasi tertentu dan mempertimbangkan tindakan etika.
jadi, etika ini yang akan diambil manusia untuk melakukan tindakan yang
bersifat etis.
Ketiga
aliran diatas dalam praktiknya selalu berjalan bergandengan. Untuk melaksanakan
sesuatu perilaku dalam masyarakat, individu sebagi pelaku dan penilai
perilakunya adalah lingkungan luar atau masyarakat untuk memberi tanggapan dan
penilaian. Dalam melaksanakan, perilaku berarti melaksanakan keputusan yang
telah diambilnya berdasarkan pertimbangan yang bersifat moralitas dan ilmiah
untuk mengukur apakah keputusan tindakan yang akan diambil bersifat etis.
2.5 Fungsi Etika Keperawan
Etika keperawatan juga meniliki
fungsi penting bagi perawat dan seluruh individu yang menikmati pelayanan
keperawatan. Pada prinsipnya, fungsi etika keperawatan adalah untuk mendorong
para perawat profesional maupun pemula mengaktualisasikan peran dan fungsinya
maksimal, serta melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai kebijakan umum
pemerintah yang berlandasan Pancasiala, khususnya pelayanan atau asuhan
keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok, dan komonitas berdasarkan kaidah-kaidah.
Fungsi-fungsi tersebut adalah sebagai berikut.
A. Menunjukkan sikap kepemimpinan
dan bertanggung jawab dalam mengelola asuhan keperawatan.
B.
Mendorong
para perawat di seluruh Indonesia agar dapat berperan serta dalam kegiatan
penelitian dalam bidang keperawatan dan menggunakan hasil penelitian serta
perkrmbangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan mutu dan
jangkauan pelayanan atau asuhan keperawatan.
C. Mendorong para perawat agar dapat
berperan secara aktif dalam mendidik dan melatih pasien dalam kemandirian untuk
hidup sehat, tetapi di luar rumah sakit (formal dan nonformal)
D.
Mendorong
para perawat agar bisa mengembangkan diri secara terus-menerus untuk
meningkatkan kemampuan profesional, integritas dan loyalitasnya terhadap
masyarakat luas.
E.
Mendorong
para perawat agar dapat memelihara dan mengembangkan kepribadian serta sikap
yang sesuai dengan etika keperawatan dan melaksanakan profesinaya.
F.
Mendorong
para perawat menjadi anggota masyarakat yang responsive, produktif, terbuka
untuk menerima perubahan serta berorientasi ke masa depan, sesuai dengan
perannya.
2.6 Asas
Etika Keperawatan
Berbicara masalah prinsip etika
keperawatan, tentu tidak bisa lepas dari asas etika keperawatan.Sebab,
asas-asas itulah yang menjadi acuan dasar dari konsep etika keperawatan.Dalam
menjalankan profesi keperawatan yang berdasarkan prinsip dan etika, asas
keperawatan sangat di perluakan.Apalagi, keperawatan adalah bidang kesehatan
yang selalu berhubungan dengan klien atau pasien.
Asas etika keperawatan adalah
asas yang bersifat permanen, tidak akan pernah berubah dalam kondisi apapun,
bagaimana pun dan dimana pun. Asas-asas etika keperawatan dalam praktiknya
dapat dijabarkan menjadi enam asas.
A.
Otonomy(Asas
Otonomi)
Etika keperawatan mengacu pada
asas menghormati otonomi pasien.Artinya, hak dan kebebasan pasien sangat
dijunjung tinggi dalam dunia keperawatan. Misalnya, hak untuk mengetahui
keputusan yang akan dihadapi jika mendapat pelayanan media (pelayanan
keperawatan). Hak mendapatkan informasi tersebut merupakan otonomi pasien yang
harus dijunjung tinggi oleh seorang perawat, termasuk institusi yang
menaunginya.
Selain itu, para perawat juga
harus menghargai dan mempertimbangkan segala pendapat pasien ketika dirawat
oleh seorang perawat.Dalam pelaksanaan asuhan keperawatan, para perawat tidak
boleh melanggar hak-hak pasien.Asas ini sangat diperlukan dalam tindakan adanya
informasi consent.
Otonomi
Prinsip otonomi didasarkan
pada keyakinan bahwa individu mampu berpikir logis dan mampu membuat keputusan
sendiri. Orang dewasa dianggap kompeten dan memiliki kekuatan membuat sendiri,
memilih dan memiliki berbagai keputusan atau pilihan yang harus dihargai oleh
orang lain. Prinsip otonomi merupakan bentuk respek terhadap seseorang, atau dipandang
sebagai persetujuan tidak memaksa dan bertindak secara rasional.Otonomi
merupakan hak kemandirian dan kebebasan individu yang menuntut pembedaan
diri.Praktek profesional merefleksikan otonomi saat perawat menghargai hak-hak
klien dalam membuat keputusan tentang perawatan dirinya.Ismani,Nila. 2001. Etika
Keperawatan. Jakarta : Widya Medika.
B.
Beneficience(Asas
Manfaat)
Konsep etika yang menjadi
landasan tindakan pera perawat juga mengacu pada asa manfaat.Asas ini
menekankan bahwa semua tindakan yang diberikan oleh para perawat kepada pasien
harus mengandung unsur manfaat, bukan menjadi uji coba, eksperimentasi,
penelitian, sehingga pasien cenderung menjadi korban. Dengan demikian, semua
tindakan yang akan diberikan kepada pasien harus sudah teruji kemanfaatannya.
Untuk menunjukkan manfaat dari tindakan yang diberikan perawat kepada
pasiennya, perawat harus mengurangi tindakan yang dapat mengurangi pasien,
khususnya hal-hal yang dapat merugikan kesehatannya.
C.
Justice(Asas
Keadilan)
Prinsip etika keperawatan yang
menjadi pedoman para perawat dalam menjalankan fungsinya juga mengacu pada asas
keadilan. Setiap harus memperlakukan setiap pasiennya dengan profesional sesuai
dengan ilmu keperawatannya, tidak pandang apakah ia pasien VIP atau VVIP.
Jangan sampai seorang perawat
memperlakukan seorang pasien dengan tindakan yang tidak sesuai denganstandar
ilmu keperawatan (ilmu kesehatan), hanya karena pasien tersebut adalah pasien
yang menggunakan layanan ASKES (asuransi kesehatan bagi PNS, penerima pensiunan,
dan lain-lain) atau Jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat).
Justice (Keadilan)
Keadilan merupakan prinsip
moral berlaku adil untuk semua individu. Tindakan yang dilakukan untuk semua
orang adalah sama. Tindakan yang sama tidak selalu identik, tetapi dalam hal
ini persamaan berarti mempunyai kontribusi yang relatif sama untuk kebaikan
kehidupan seseorang. Dokter dan perawat harus berlaku adil dan tidak berberat
sebelah.Ismani,Nila. 2001. Etika
Keperawatan. Jakarta : Widya Medika.
D.
Non-maleficience (Tidak Merugikan)
Konsep etika juga mengacu pada
asa tidak merugikan.Semua perawat yang menjalankan profesinya harus menghindari
hal-hal yang dapat merugikan pasien.Artinya, semua resiko baik secara fisik,
psikologis, maupun secara social yang bias muncul akibat tindakan seorang
perawat harus dihindari semaksimal mungkin.
Non-maleficience berarti tidak melukai
atau tidak menimbulkan bahaya/cedera bagi orang lain. Johnson (1987) menyatakan
bahwa prinsip untuk tidak melukai orang lain berbeda dan lebih keras daripada
prinsip untuk melakukan yang baik.
E. Moral
Right
Moralitas menyangkut apa yang benar dan salah pada perbuatan,
sikap dan sifat. Tanda utama adanya masalah moral, adalah bisikan hati nurani
atau timbulnya perasaan bersalah, malu, tidak tenang, dan tidak damai dihati.
Standar moral dipengaruhi oleh ajaran, agama, tradisi, norma
kelompok, atau masyarakat dimana ia dibesarkan.
F. Nilai
dan Norma Masyarakat
Nilai-nilai (values) adalah suatu keyakinan seseorang tentang
penghargaan terhadap suatu standar atau pegangan yang mengarah pada
sikap/perilaku seseorang. Sistem nilai dalam suatu organisasi adalah rentang
nilai-nilai yang dianggap penting dan sering diartikan sebagai perilaku
personal. Values (nilai-nilai) yang idealsatau idaman, konsep yang sangat
berharga bagi seseorang yang dapat memberikan arti dalam hidupnya.avlues
merupakan sesuatu yang berharga bagi seseorang, dan bisa mempengaruhi
persepsi,motivasi,pilihan dan keputusannya.
Salary dan McDonnel (1989), values yang di sadari
menjadi pengendali internal seseorang adn bertingkah, membuat pilihan dan
keputusan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Untuk
menjadi seorang perawat yang baik, kita perlu berperilaku yang baik sesuai
dengan yang telah digariskan dalam kode etik keperawatan. Sebagai perawat ita
harus memiliki acuan dasar dalam menjalankan profesi, baik yang berkaitan
dengan pemkaian teknologi maupun pengetahuan keperawatan.
3.2 Saran
Seorang
perawat tentu harus mampu memelihara dan menghargai serta mengembangkan nilai
keperawatan memalui prinsip etika keperawatan. Karena terkadang perawat akan
dihadapkan pada situasi yang memerlukan keputusan untuk mengambil tindakan.
DAFTAR PUSTAKA
dr.wulan.
nkencana & Hastuti. M,A.Md.Rad.2011,
pengantar etika keperawatan,jakarta. PT Prestasi Pustakaraya
Dra.Hj Suhaemi,emi mimin,
MPd.2004,Etika keperawatan,Jakarta.EGC
Amelia,
Nindy,S.kep.2013, prinsip etika
keperawatan, Banguntapan Jogjakarta.; D-MEDIKA
Roper, nancy. 1996. Prinsip-prinsip keperawatan. Yogyakarta : Abdi Yogyakarta
Weitzel, marlene. 1984. Dasar-dasar ilmu
keperawatan. Jakarta : Gunung Agung
Komentar
Posting Komentar